Minggu, 29 Mei 2022

Jumat, 03 September 2021

Faidah Fiqih ,oleh Ustadz Tamrin Hafizhahullah

*faedah fiqih 01*

*ﺑﻮﻝ اﻝﻛﻠﺐ ﻻ ﻳﻠﺰﻡ ﻋﻨﺪ ﺇﺯاﻟﺘﻪ ﺃﻥ ﻳﻐﺴﻞ ﺳﺒﻌﺎ ﺃﻭﻻﻫﻦ ﺑﺎﻟﺘﺮاﺏ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ اﻟﻠﻌﺎﺏ، ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺣﻜﻢ ﺑﻘﻴﺔ اﻟﻨﺠﺎﺳﺎﺕ، ﻻ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻴﻬﺎ ﻋﺪﺩ ﻭﻣﺎﺩﺓ ﺯاﺋﺪﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺎء*
*kencing anjing saat dibersihkan tidaklah harus  mencucinya tujuh kali yang pertama dengan tanah sebagaimana pada air liur anjing,ia sebagaimana hukum dari najis yang lain tidak disyaratkan padanya jumlah cucian dan bahan tambahan dari air*

*ﻭاﻟﺪﻟﻴﻞ ﺟﺎء ﻓﻲ ﻟﻌﺎﺏ اﻝﻛﻠﺐ، ﻭﻗﻴﺎﺱ اﻟﺒﻮﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻌﺎﺏ ﻗﻴﺎﺱ ﻣﻊ اﻟﻔﺎﺭﻕ، ﻓﺒﻮﻝ اﻝﻛﻠﺐ ﻧﺠﺲ، ﻓﻴﺰاﻝ ﻛﻐﻴﺮﻩ ﻣﻦ اﻟﻨﺠﺎﺳﺎﺕ ﺑﻤﺎ ﻳﻜﻔﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻐﺴﻼﺕ ﺑﺎﻟﻤﺎء ﻭﺣﺪﻩ ﺃﻭ ﻣﻊ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﺤﺴﺐ اﻟﺤﺎﺟﺔ، ﻭﺇﻟﻰ ﻫﺬا ﺫﻫﺒﺖ اﻟﻈﺎﻫﺮﻳﺔ ﻭﺑﻌﺾ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺑﻌﺾ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ*
*Dan dalil datang khusus pada air liur anjing dan pengkiasan kencing dengan air liur adalah pengkiasan pada hal yang berbeda*
*maka air kencing anjing adalah najis membersihkannya semisal dengan najis yang lainnya dengan hal yang mencukupinya dari cucian-cucian dengan air sendirinya atau dengan selainnya disesuaikan dengan kebutuhan,Dan diatas hal inilah Azh-zhãhiriyyah,sebagian Asy-Syafiíyyah dan sebagian Al-Hanãbilah mereka berpendapat*

*📚شرح بلوغ المرام للشيخ توفيق البعدانى حفظه الله📚*
Al Ustadz Thamrin Al Bughisy Hafidzhahullah

Selasa, 09 Juni 2020

AUDIO TABLIGH AKBAR ISLAM ILMIAH

📥 *LINK DOWNLOAD REKAMAN AUDIO TABLIGH AKBAR ISLAM ILMIAH*
📅 JUMAT - AHAD - SENIN
2,4,5- Februari 2018
🕌 *MASJID AL-BAROKAH SEMARANG*
*Al-Ustadz Khidzir M.Sunusi*👇
-> khutbah jumat: https://goo.gl/2nxLRG
-> Bekal menuju Akhirat
Sesi 1: https://goo.gl/4BtXWB
Sesi2: https://goo.gl/rSD8U6
*Al-Ustadz Luqman Jamal LC*👇
-> *Rumahku adalah surgaku*
Sesi 1: https://goo.gl/Jnwwhg
Sesi 2: https://goo.gl/1nDpD2
*Al-Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy*👇
-> *Agar Jiwa Menjadi Tentram*
-- https://goo.gl/moUqnn
*Al-Ustadz Abu Irbadh*👇
-> *Rahasia Khusyu' Dalam Sholat*
-- https://goo.gl/1TjpF4
*Al-Ustadz Rahmat Hidayat*👇
-> *Sebab-Sebab Kebahagiaan*
--https://goo.gl/vM2e3W
*Al-Ustadz Salman Mahmud*👇
-> *Jalan-Jalan Menuju Surga*
- https://goo.gl/yemN8k
Jangan Lupa Share,👆 Semoga Bermanfaat.
*جَزَاكم اللهُ خَيْرًا وبارك الله فيكم*

Minggu, 01 Mei 2016

Mutiara Hikmah Salafusshaleh

Berkata Malik ibnu dinar
_rahimahullah_ :
Sesungguhnya ketika badan sakit,
maka makanan,minuman,tidur dan istirahat tidak akan terasa enak baginya.
Demikian pula ketika hati telah terpaut akan kecintaan dunia,
Maka nasehat-nasehat tidak lagi memberikan manfaat baginya.
Lihat :
Az-zuhd al-kabir_Hal : 25.
Karangan Al-Imam Al-baihaqi.
Abu 'abdillah Sahl_

Minggu, 25 Januari 2015

Rangkaian Tabligh Akbar Ulama Ahlussunnah di Makassar


🌠KUMPULAN AUDIO
🔊Tautan Tuk Mengunduh Ceramah Syaikh Abdul Hadi Al-Umairi di Makassar
(Rabiuts Tsani 1436 H / Jan 2015)

1. Syaikh Abdul Hadi Al-Umairi_Ust Jauhari Lc_Tbl Akbar_Sikap Muslim terhadap Ulama & Pemerintah. Rabu, Siang, 1 Rabiuts Tsani 1436 H / 21 Jan 2015. Masjid Al-Markaz Makassar. 📥Tautan: http://bit.ly/15IIkjQ

2. Al Ustadz Khaidir M. Sunusi_Dua Asas Penting Tentang Ketaatan Kepada Ulil Amri. Rabu, Sore, 1 Rabiuts Tsani 1436 H / 21 Jan 2015. Masjid Al-Markaz Makassar.
Tautan: http://bit.ly/1D7lJbm

3. Al Ustadz Muhammad Na'im Lc_Urgensi Sikap Ilmiah Pada Berbagai Sisi Kehidupan. Rabu, Malam Kamis, 2 Rabiuts Tsani 1436 H / 21 Jan 2015. Pesantren As-Sunnah Makassar
Tautan: http://bit.ly/1yTawvA

4. Asy Syaikh Abdul Hadi Al Umairy_Ust M Na'im Lc_Jangan Berpecah Wahai AhlusSunnah. Rabu, Malam Kamis, 2 Rabiuts Tsani 1436 H / 21 Jan 2015. Pesantren As-Sunnah, Makassar.
Tautan: http://bit.ly/1CqE30D

5. Asy Syaikh Abdul Hadi Al Umairy_Inilah Barometer Dakwah Ahlussunnah. Kamis Pagi, 2 Rabiuts Tsani 1436 H / 22 Jan 2015. Pesantren As-Sunnah, Makassar.
Tautan: http://bit.ly/1D7mmlb

6. Syaikh Abdul Hadi Al-Umairi_Nawaqidhul Islam_Jalsah dengan Asatidzah di Bulu Ballea. Jum'at Pagi, 3 Rabiuts Tsani 1436 H / 23 Jan 2015. Bulu Ballea, Kab Gowa.
Tautan: http://bit.ly/1EJN9F6

7. Asy Syaikh Abdul Hadi Al Umairy_Ust M Na'im Lc_Potret Muslim Ideal. Sabtu Pagi, 4 Rabiuts Tsani 1436 H / 25 Jan 2015. Pesantren As-Sunnah, Makassar.
Tautan: http://bit.ly/1yTbhVy

8. Ust Muhammad Na'im, Lc_Agar Untung & Tidak Rugi di Akhirat-Telaah Surah At-Taubah ayat 69. RJumat, Malam Sabtu, 4 Rabiuts Tsani 1436 / 23 Jan 2015. Masjid Al-Muwahhidin, Panciro, Kab Gowa.
Tautan: http://bit.ly/1yZGfdc

Kamis, 07 November 2013

Keutamaan Ber Puasa Sunnah di bulan Muharram

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.
 Penjelasan
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
[Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)]
Hadits yang Pertama
عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).
Hadits yang Kedua
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)
Hadits yang Ketiga
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya –pent). Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya, ed.) Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.
Penjelasan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.
Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura [2]. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.
Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ‘Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya. [3]
Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:
1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama. [4]
3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh). [5]
Wallahu a’lam bish shawab.
(Sumber: Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan Darus Salam – Mesir, diterjemahkan Abu Umar Urwah Al-Bankawy, muraja’ah dan catatan kaki: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifai)
CATATAN KAKI:
[1] Adapun hadits yang menyebutkan perintah untuk berpuasa setelahnya (11 Asyura’) adalah dha’if (lemah). Hadits tersebut berbunyi:
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما و بعده يوما . -
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506)
Dan berkata As Syaikh Al Albany – Rahimahullah- di Silsilah Ad Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Penyebutan sehari setelahnya (hari ke sebelas. pent) adalah mungkar, menyelisihi hadits Ibnu Abbas yang shahih dengan lafadz:
“لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع” .
“Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan”
Lihat juga kitab Zaadul Ma’ad 2/66 cet. Muassasah Ar-Risalah Th. 1423 H. dengan tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arna’uth.
لئن بقيت لآمرن بصيام يوم قبله أو يوم بعده . يوم عاشوراء) .-
“Kalau aku masih hidup niscaya aku perintahkan puasa sehari sebelumnya (hari Asyura) atau sehari sesudahnya” ((HR. Al Baihaqy, Berkata Al Albany di As-Silsilah Ad-Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Ini adalah hadits mungkar dengan lafadz lengkap tersebut.))
[2] Padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penetapan waktu pada umat terdahulu pun menggunakan bulan-bulan qamariyyah (Muharram s/d Dzulhijjah, Pent.) bukan dengan bulan-bulan ala Eropa (Jan s/d Des). Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa hari ke sepuluh dari Muharram adalah hari di mana Allah membinasakan Fir’aun dan pengikutnya dan menyelamatkan Musa dan pengikutnya. (Syarhul Mumthi’ VI.)
[3] Untuk puasa di hari kesebelas haditsnya adalah dha’if (lihat no. 1) maka – Wallaahu a’lam – cukup puasa hari ke 9 bersama hari ke 10 (ini yang afdhal) atau ke 10 saja.
Asy-Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly mengatakan bahwa, “Sebagian ahlu ilmu berpendapat bahwa menyelisihi orang Yahudi terjadi dengan puasa sebelumnya atau sesudahnya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam,
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما أو بعده يوما .
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.
Ini adalah pendapat yang lemah, karena bersandar dengan hadits yang lemah tersebut yang pada sanadnya terdapat Ibnu Abi Laila dan ia adalah jelek hafalannya.” (Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Shalihin II/385. cet. IV. Th. 1423 H Dar Ibnu Jauzi)
[4] (lihat no. 3)
[5] Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
والراجح أنه لا يكره إفراد عاشوراء.
Dan yang rajih adalah bahwa tidak dimakruhkan berpuasa ‘Asyura saja. (Syarhul Mumthi’ VI)
Wallaahu a’lam.
Sumber : http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/01/keutamaan-puasa-di-hari-asyura-10-muharram/
tambahan Hadist penguat :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah Puasa di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.
HR Muslim 1163




'




Rabu, 06 November 2013

Belajar Membuat Blog

Sudahkah anda memiliki Blog tersendiri di dunia maya , utnuk menuangkan pikiran anda, Memiliki Blog pribadi kita bisa dengan leluasa berekspresi dan menuangkan segala kreasi kita.
beberapa langkah-2 yg perlu anda lakukan berikut Tipsnya :
1. Buatlah dahulu e-mail di penyedia email free seperti gmail (punya google) caranya daftar di www.google.com daftar sebagai aklun baru.
2. Jika anda telah daftar masuklah di www.blogger.com llanda akan masuk di control panel Blogspot